Kamis, 13 Januari 2011

INVESTASI PELUMAS DENGAN TEKNOLOGI NANO

PT. NANO TEKNIK ANUGERAH
I. PENDAHULUAN

       Awal Abad ke-21, dunia industri mengalami babak baru dengan ditemukannya “Nanotechnology High Level”. Revolusi Industri Teknologi dalam segala bidang tak bisa dipungkiri lagi sangat dinantikan oleh umat manusia untuk bekerja lebih efisien dan efektif  menghemat energi dunia serta berwawasan lingkungan.
       Aplikasi teknologi nano saat ini banyak digunakan dalam dunia kesehatan, rekayasa genetik, khususnya bidang pengobatan yang memproduksi partikel obat yang sangat halus sehingga mampu menembus sumber-sumber penyakit secara komprehensif dan berhasil guna secara optimal.
       Teknologi nano di bidang industri dan otomotive, khususnya dalam bidang pelumasan berkembang sangat pesat, sehingga menghasilkan tenaga yang sangat signifikan dibandingkan dengan pelumas berbasis non teknologi nano, sekalipun full sintetis atau yang diklaim sudah mengandung tambahan additive. Rekayasa engineering ini mampu menghasilkan tenaga Ultra Super Power.

II. DASAR PEMIKIRAN
A. Krisis Energi
       Kenaikan harga minyak dunia akan menjadi beban tambahan bagi pelaku industri secara global. Oleh sebab itu, pelaku industri dituntut untuk memanfaatkan mesin produksi maupun teknologi yang efisien dalam penggunaan energi. Menurut Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor Achmad Safiun (Kompas, Jum’at 19/10) di Indonesia, kenaikan harga minyak mendatangkan masalah lebih serius karena mesin-mesin industri sebagian besar tergolong kedaluarsa. Mesin-mesin ini lebih boros menyedot bahan bakar dalam proses produksi. Akibatnya, biaya produksi industri di Indonesia pun menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan biaya produksi di negara-negara lain.

B. Emisi Gas Buang / Pencemaran Udara
       Hal yang cukup mendapat perhatian dalam dunia industri dan otomotive, selain harga BBM adalah persoalan pencemaran udara. Penduduk di Provinsi DKI Jakarta tercatat menjadi penyumbang emisi gas buang karbon monoksida terbesar dibandingkan dengan daerah lain. Selain itu, Jakarta juga dinobatkan sebagai penghasil gas buang CO terbanyak selama tiga tahun berturut-turut (2002-2004)(Kompas, 16/8/07).


C. Dampak Global Warning
       Tuntutan industrilisasi yang dihadapi hampir semua negara ternyata membawa implikasi yang demikian besar terhadap paradigma pembangunan.  Kebutuhan hidup yang terus menerus meningkat menuntut penggalian potensi-potensi ekonomi. Namun pembangunan juga memberikan dampak negatif,  yang satu diantaranya  tercermin pada peningkatan suhu bumi sebesar 0,18oC selama 25 tahun terakhir sebagai akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) atau yang dikenal sebagai fenomena Global Warming. GRK menyebabkan semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Inilah yang menyebabkan kekacauan pola iklim global.
       Terkait isu perubahan iklim, Indonesia berperan besar sebagai tuan rumah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang berlangsung di Bali, 3-14 Desember 2007. Pertemuan yang dihadiri oleh 10 ribu peserta dari 189 negara itu akan menyepakati upaya pencegahan pemanasan global. Upaya itu terkait dengan pelestarian hutan, adaptasi kenaikan permukaan air laut, perubahan iklim, serta penggalangan dana international untuk kegiatan berkelanjutan dan pemanfaat an teknologi terbarukan untuk mengurangi efek rumah kaca.

D. Hemat Energi Via Pemakaian Pelumas Nano Teknologi
       Kita tentu tidak pernah menyangka jika oli dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi irit. Tetapi jika dipikirkan lebih lanjut, hal ini ada benarnya. Sekarang oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas. Cairan ini dapat digunakan sebagai pendingin, pelindung karat dan penutup celah clearence.
       Oli memiliki kekentalan yang bisa ditentukan (viskositas). Kode yang digunakan adalah SAE (Society of  Automotive Enginers). Biasanya setelah huruf SAE akan diakhiri dengan angka, misal SAE10. Semakin tinggi angka SAE, oli akan tambah kental. Sedang kalau SAE kecil, oli lebih encer. Dari pengetahuan inilah konsumsi bensin bisa diakali. Kental atau encernya pelumas sangat mempengaruhi kinerja mesin. Makin kental oli, kinerja mesin akan lebih berat. Untuk menghindari motor boros bahan bakar, dapat disiasati dengan oli mesin yang sedikit lebih encer. Walaupun oli encer, bukan berarti tidak bisa berfungsi sebagai pelumas. Sekedar informasi, oli mesin yang digunakan mesin mobil formula 1 sangat encer sekali. Tapi, di dalam kandungannya terdapat banyak aditif yang sanggup melindungi mesin agar tidak jebol.
       Pokoknya makin kental oli, bensin yang dibutuhkan untuk bergerak makin besar. Sebaliknya pelumas makin encer, bensin akan lebih irit. Selain kekentalan oli yang bisa menghemat pemakaian BBM, sebenarnya dunia dikejutkan oleh gebrakan teknologi terkini yang dinamai Teknologi nano. Teknologi ini ternyata sangat  signifikan dalam semua perhitungan ekonomis, bukan hanya akan menghemat pemakaian BBM saja tetapi biaya perawatan, umur mesin, biaya oli itu sendiri dll. Kesemuanya itu akan menuju kepada titik akhir yaitu efisiensi, efektifitas dan kenyamanan pengemudi.
       Berdasarkan kenyataan itu, mari kita bergandeng tangan untuk bahu membahu mewujudkan industri yang lebih efisien dalam memanfaatkan energi serta berwawasan lingkungan, sehingga negara kita mempunyai daya saing yang cukup kompetitif di belahan dunia ini. Khusus untuk kalangan pengguna otomotif, tak ketinggalan peran serta anda menghemat energi dunia untuk kebutuhan lain yang lebih produktif. Selain itu produksi emisi gas buang yang berlebihan dan pemanasan global yang terbentuk karenanya menjadi tanggung jawab kita semua, untuk mewariskan generasi Indonesia yang sehat secara fisik dan mental di kemudian hari.

III. DATA DAN FAKTA (PELUANG PASAR)
A. Dampak Kebijakan Pemerintah
       Sejak hak monopoli atas penguasaan pelumas nasional dicabut pemerintah melalui Keppres No. 21/2001, bisnis pelumas terus diserbu perusahaan asing di sektor ini. Pasalnya, menyusul pencabutan Keppres No. 18/1988, Pertamina tidak lagi menjadi pemain tunggal dalam bisnis pelumas. Pangsa pasar pelumas nasional per tahun mencapai Rp. 8.5 triliun (BP Migas) yang diperebutkan oleh > 250 merek pelumas (Deperindag). Dari Jepang terdapat merek Nippon Oil, Idemitsu dan dari AS ada Mobil-1, Motul, sementara dari Eropa keluar nama Castrol, Penzoil dll.
       Jika sebuah perusahaan mencoba bermain di licinnya pelumas dengan ‘market share’ sebanyak 1 persen saja maka terdapat angka sebesar Rp. 708 milyar per bulan. Dan seandainya ‘take margin’ yang mampu diperoleh sebanyak 1 persen maka terdapat peluang sekitar Rp.7.080.000.000 per bulan. Sebuah angka yang cukup licin !!
B. Pertumbuhan Penjualan Kendaraan di Indonesia
       Berdasarkan data yang didapat dari Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) yang terdiri dari Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Kanzen, TVS di tahun 2010 terjadi penjualan kendaraan sepeda motor sebanyak 7.398.644 unit. Sedangkan data dari Gaikindo, jumlah penjualan mobil 2010 tembus di angka  764.710 unit.
       Jika sepeda motor rata-rata membutuhkan 1 liter pelumas dan mobil membutuhkan 4 liter, maka terjadi kenaikan kebutuhan pelumas sekitar 10,5 juta liter. Jika ditambah dengan moda angkutan lainnya, kenaikan kebutuhan pelumas di Indonesia sekitar 12 juta liter.

C. Dibutuhkan Nanolubricant dan Nanoadditive
       Dalam Rapat Umum Anggota PERDIPPI (Perhimpunan Distributor, Importir dan Produsen Pelumas Indonesia) di Janur Sari Room, Kelapa Gading Sport Club Jakarta tanggal 28 Agustus 2008, Pembicara Utama : Prof. DR. Eduard Suhardono, Ahli Peneliti Utama Bidang Kimia Industri Lemigas mengangkat isu tentang Bio Lubricant. Beliau menyatakan bahwa dibutuhkan riset dan pengembangan yang mendalam untuk mendapatkan pelumas dengan bahan yang terbarukan dan ramah lingkungan, karena dipacu oleh kebijakan Green Chemistry dan Ecolabelling.
       Jika pengembangan itu berhasil maka akan banyak menghemat keuangan negara yang diakibatkan oleh pemborosan pelumas. Selain itu perlu diketahui bahwa mesin modern dirancang dengan putaran tinggi serta beban tinggi, kinerja lebih efisien, presisi makin tinggi dan jarak antar permukaan yang bergerak makin tipis. Oleh karena itu diperlukan satu terobosan teknologi untuk mengatasinya, yaitu dalam bentuk nanolubricant dan nanoadditive, demikian ujarnya.

D. Peluang dan Tantangan
       Menurut Dr. Nurul Taufiqu Rochman yang menjabat sebagai Ketua Masyarakat Nano-teknologi Indonesia. Pria lulusan S3 di Bidang Material Lanjut, Kagoshima University dan menjadi peneliti tamu di Kagoshima Prefectural Institute of Industrial Technology tahun 2004, mengatakan bahwa negara-negara maju di dunia saat ini berlomba-lomba mengalokasikan dana untuk membangun dan mengembangkan teknologi nano.
       Teknologi nano ternyata berdampak besar terhadap kehidupan umat manusia dan sekaligus menjanjikan sebuah peluang besar kepada personil yang bermain pada aplikasinya. Hal ini dikarenakan Nanoteknologi  sedang mengalami revolusi yang sangat cepat dalam segala bidang.
       Mengamati peta evolusi nano teknologi disamping, kesempatan memulai usaha di bidang nano teknologi akan berakhir 2010. Selanjutnya mulai bermunculan milyarder baru yang mulai mapan situasi produknya dengan kondisi informasi dan traveling yang begitu spektakuler. Produk akan mengalir seperti sungai Amazon.
       Jika kita ingin mendapat bagian dari kemajuan teknologi tersebut, kita harus mengerahkan kemampuan untuk berinovasi mengawinkan antara kebutuhan konsumen dengan perkembangan teknologi (material hybrid), terutama produk-produk fast moving dan repeat order. Atau masuk ke dalam bidang teknologi informasi, apapun bentuknya.

IV. NANO TEKNOLOGI
A. Pengertian
       Teknologi nano merupakan suatu teknologi material yang berkaitan dengan penciptaan benda-benda kecil dalam ukuran nanometer (satu per miliar meter) serta pemanfaatannya untuk kehidupan dimasa depan yang lebih efisien. Dalam teknologi nano tercipta suatu kesatuan ilmu dasar seperti ilmu fisika, kimia, biologi molekuler dan ilmu teknik lainnya. Hingga saat ini teknologi nano masih dalam kajian yang mendalam terutama dalam ilmu struktur, karena sifat material yang sangat kecil ini akan sangat dipengaruhi oleh struktur yang dimilikinya.
       Sejarah menunjukkan bahwa teknologi ini sudah digunakan sejak seabad yang lalu, seperti penggunaan carbon black dengan ukuran sangat kecil (bisa sampai ukuran nano meter) sebagai bahan additif dalam polimer adhesive yang digunakan untuk ban kendaraan, dari bidang kesehatan kita juga telah lama mengenal dan menggunakan vaksin.

B. Arah Evolusi Nano Teknologi
     Tahun 1986 muncul buku Engines of Creation karya K Eric Drexler yang cukup populer. Buku ini menggambarkan sejumlah mesin nano yang secara virtual mampu memproduksi segala jenis barang, lalu melenyapkan masalah pemanasan global, menyembuh kan penyakit, serta memperpanjang usia hidup secara dramatis.
       Para peneliti di bidang nano teknologi mempunyai risiko dan masalahnya sendiri. Keinginan mewujudkannya sebagai kaidah ilmu yang terhormat kerap tercampur dengan asosiasi para futuris yang melihat nano sebagai jalan ke techno-utopia, misalnya dunia industri tanpa polusi, kemakmuran tanpa batas, bahkan keinginan mencapai kehidupan abadi.
       Bagi kalangan nonilmuwan, angan-angan Drexler terhadap teknologi nano dipandang sebagai jembatan penghubung dunia ilmiah dan fiksi. Ilmuwan yang selalu ingin mencari solusi pasti juga tertarik terhadap pembicaraan mengenai produk penunda ketuaan ataupun mesin penumbuh makanan.
C. Teknologi Pelumasan
       Dalam bidang otomotif dan industri, teknologi ini  digunakan dalam pelumasan mesin untuk mengurangi pengausan metal-metal atau dalam BBM yang secara simultan menjadi katalisator pemecahan benda-benda mikro dalam bentuk ledakan-ledakan kecil yang tidak berbahaya. Pelumas dengan teknologi nano ternyata mampu menjadi agen pengganda pelumasan, karena kehalusan partikel  pelumas tersebut menempel secara sempurna pada metal-metal mesin untuk membentuk lapisan film. Hasil akhirnya menjadikan performa mesin menjadi :
  • Meningkatkan daya tahan oli hingga 300-400%
  • Meningkatkan tenaga hingga 15%
  • Efisiensi BBM 10-15%
  • Mengurangi suara dan getaran 30%
  • Mendinginkan mesin 20%
  • Membersihkan deposit kerak karbon
  • Mengurangi emisi gas buang
  • Menurunkan pengaruh “engine knocks”
  • Mengurangi biaya perawatan
  • Bekerja pada suhu rendah atau tinggi
  • Aman atau ramah lingkungan.
       Pelumas adalah suatu bahan yang dipakai untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan metal, sehingga harus berfungsi untuk (1) Memperkecil koefisien friksi antar elemen, (2) Untuk mengurangi proses pengikisan dan penyobekan di permukaan metal, (3) Menjadi agen pendingin akibat pergesekan dan siklus pembakaran, (4) Mampu mengisolasi hasil oksidasi dan nitrasi dan (5) Mampu membersihkan kotoran di mesin.

D. Orang Kaya Baru dari Teknologi Nano
       Saat ini orang kaya dunia didominasi oleh pengusaha dari bidang komputer dan internet. Di dekade yang akan datang, satu bidang baru telah datang yang akan membuat pelakunya menjadi salah satu orang kaya dunia baru yaitu nanoteknologi.                .
       Tanpa kita sadari sebenarnya nanoteknologi telah kita jumpai diaplikasikan dalam kehidupan sehari2, yaitu teknologi mikroprosesor, i-pod, sun-screen dll. Mesin industri nano telah dan sedang berputar untuk menciptakan manusia-manusia super kaya di dekade yang akan datang. Pertanyaannya adalah apa nanoteknologi dan bagaimana kita ambil keuntungan dari nanoteknologi?. Pertanyaan-pertanyaan ini yang akan coba saya ulas sebagai berikut.       
       Material atau struktur yang mempunyai ukuran nano akan mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda dengan material bulk-nya. Dari bagan diatas, nanopartikel akan mempengaruhi sifat-sifat material karena efek interface dan efek quantum mekanik. Efek interface yang mungkin terpengaruh seperti sifat konduktivitas
termal, katalitik, kekuatan material, kemampuan untuk tahan api, anti-air, anti-karat dsb. Sedang efek quantum mekanik yang bisa diperoleh seperti sifat magnetik, sifat listrik dan juga sifat-sifat optiknya.
       Bagaimana mengambil keuntungan dari nanoteknologi?. Jika dilihat bagan diatas, nanoteknologi akan masuk dan membawa perubahan pada semua bidang mulai industri manufakturing, jasa, pendidikan dan juga bidang-bidang lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Apapun bidang anda, cobalah mulai melihat peluang untuk mulai mengintegrasikan nanoteknologi. Kita mau mengambil peran dan mempunyai kesempatan menjadi miliarder baru masa depan atau menjadi penonton? Terserah kita.
(Sumber : http://aguspur.wordpress.com/2007/10/10/nanoteknologi-pencipta-orang-kaya-baru-masa-depan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Blog ini dibuat untuk semua mitra kerja marketer pelumas 'NTA', semoga bermanfaat.